saatnya sekarang kita terus merenung dan membantu saudara kita yang terkena bencana...ini adalah cobaan kita semua serta suatu pertanda dari sang Khalik ke kita untuk selalu berbuat baik dan terus berusaha mensyukuri apa yang telah kita capai...saatnya lagi dan lagi untuk terus berdzikir....
_____________________________________________________________________________________
Tsunami Mentawai, Korban Meninggal 365 Orang
REPUBLIKA.CO.ID,MENTAWAI--Data Posko Darurat Penanganan Bencana di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, mencatat jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami terus bertambah sampai Kamis pukul 21.15 WIB mencapai 365 orang dan hilang 332 orang.
Sementara rumah masyarakat yang rusak berat tercatat 436 unit, rusak 190 unit, dan sarana pendidikan SD empat unit, SMA satu unit. Sedangkan fasilitas umum, berupa rumah dinas sebanyak enam unit, rumah ibadah enam unit, jembatan lima unit, resort dua lokasi dan kapal pesiar satu unit.
Pencarian terhadap korban hingga Kamis senja masih dilanjutkan tim gabungan dengan menelusuri perairan di kawasan desa-desa yang terkena dampak bencana tsunami. Korban yang mengalami luka-luka dari sejumlah desa sudah dievakuasi ke pengungsian di Sikakap untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
Sedangkan korban yang berada di pengungsian sudah mulai dilakukan distribusi bantuan oleh tim gabungan, bahkan sudah ada tim gabungan yang membangun tenda darurat, seperti di perkampungan penduduk Purou-rougat. Perkampungan Purou-rougat, merupakan satu daerah terparah yang terkena dampak bencana gempa dan hantaman gelombang tsunami.

_____________________________________________________________________________________
Merapi
KENDARINEWS - Klaten, Apa yang dikhawatirkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Gunung Merapi akhirnya meletus. Letusan ini ditandai dengan hujan abu dan luncuran wedus gembel atau awan panas dari perut Gunung Merapi, kemarin petang (26/10). Wedus gembel ini merupakan salah satu ancaman terbesar dari Merapi selain lontaran material vulkanik.
Lontaran awan panas ini kali pertama terdeteksi pukul 17.15 kemarin. Wedus gembel ini meluncur ke arah selatan. Munculnya Wedus Gembel ini sontak membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) kalang kabut.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Jogja (Kendari Pos Group), sebelum awan panas meluncur dari puncak di sekitar Lereng Merapi hujan deras dan langit tertutup mendung. Sehingga saat awan tersebut keluar dan meluncur ke arah Selatan tidak banyak yang tahu.
Penasihat Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi Sukiman mengatakan, awan panas keluar terus menerus sejak pukul 17.15 volumenya kadang kecil kadang membesar. "Karena kondisi mendung jadi sulit untuk dilihat secara pasti besaran awan yang keluar dari puncak Gunung Merapi. Yang jelas mengarah ke Selatan kemungkinan ke Kali Gendol, Jogjakarta dan Kali Woro, Klaten. Warga yang ada di KRB III sangat tinggi risikonya terkena awan ini," ujarnya kemarin.
Selain awan panas, di dalam Gunung Merapi masih terdengar suara gemuruh yang juga semakin keras. Suara tersebut dipicu adanya guguran meteri vulkanik akibat tekanan dari magma bumi. Sehingga terjadi longsor yang cukup besar. "Ini sangat terdengar jelas di sekitar Pos Pemantau di Dusun Ndeles, Desa Sidorejo. Kami sudah mulai mengevakuasi warga yang sebelumnya hanya tenang dan berdiam diri di rumah. Mereka sudah mulai bergerak ke Pos Pengungsian," tambahnya.
ingat kita adalah makhluk berdosa mari kita terus berdoa untuk semua dan terus berusaha membersihkan diri...
_____________________________________________________________________________________
Tsunami Mentawai, Korban Meninggal 365 Orang
REPUBLIKA.CO.ID,MENTAWAI--Data Posko Darurat Penanganan Bencana di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, mencatat jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami terus bertambah sampai Kamis pukul 21.15 WIB mencapai 365 orang dan hilang 332 orang.
Sementara rumah masyarakat yang rusak berat tercatat 436 unit, rusak 190 unit, dan sarana pendidikan SD empat unit, SMA satu unit. Sedangkan fasilitas umum, berupa rumah dinas sebanyak enam unit, rumah ibadah enam unit, jembatan lima unit, resort dua lokasi dan kapal pesiar satu unit.
Pencarian terhadap korban hingga Kamis senja masih dilanjutkan tim gabungan dengan menelusuri perairan di kawasan desa-desa yang terkena dampak bencana tsunami. Korban yang mengalami luka-luka dari sejumlah desa sudah dievakuasi ke pengungsian di Sikakap untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
Sedangkan korban yang berada di pengungsian sudah mulai dilakukan distribusi bantuan oleh tim gabungan, bahkan sudah ada tim gabungan yang membangun tenda darurat, seperti di perkampungan penduduk Purou-rougat. Perkampungan Purou-rougat, merupakan satu daerah terparah yang terkena dampak bencana gempa dan hantaman gelombang tsunami.

_____________________________________________________________________________________
Merapi
KENDARINEWS - Klaten, Apa yang dikhawatirkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Gunung Merapi akhirnya meletus. Letusan ini ditandai dengan hujan abu dan luncuran wedus gembel atau awan panas dari perut Gunung Merapi, kemarin petang (26/10). Wedus gembel ini merupakan salah satu ancaman terbesar dari Merapi selain lontaran material vulkanik.
Lontaran awan panas ini kali pertama terdeteksi pukul 17.15 kemarin. Wedus gembel ini meluncur ke arah selatan. Munculnya Wedus Gembel ini sontak membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) kalang kabut.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Jogja (Kendari Pos Group), sebelum awan panas meluncur dari puncak di sekitar Lereng Merapi hujan deras dan langit tertutup mendung. Sehingga saat awan tersebut keluar dan meluncur ke arah Selatan tidak banyak yang tahu.
Penasihat Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi Sukiman mengatakan, awan panas keluar terus menerus sejak pukul 17.15 volumenya kadang kecil kadang membesar. "Karena kondisi mendung jadi sulit untuk dilihat secara pasti besaran awan yang keluar dari puncak Gunung Merapi. Yang jelas mengarah ke Selatan kemungkinan ke Kali Gendol, Jogjakarta dan Kali Woro, Klaten. Warga yang ada di KRB III sangat tinggi risikonya terkena awan ini," ujarnya kemarin.
Selain awan panas, di dalam Gunung Merapi masih terdengar suara gemuruh yang juga semakin keras. Suara tersebut dipicu adanya guguran meteri vulkanik akibat tekanan dari magma bumi. Sehingga terjadi longsor yang cukup besar. "Ini sangat terdengar jelas di sekitar Pos Pemantau di Dusun Ndeles, Desa Sidorejo. Kami sudah mulai mengevakuasi warga yang sebelumnya hanya tenang dan berdiam diri di rumah. Mereka sudah mulai bergerak ke Pos Pengungsian," tambahnya.
ingat kita adalah makhluk berdosa mari kita terus berdoa untuk semua dan terus berusaha membersihkan diri...

